Jakarta, danantaranews.id – Kabar sensasional datang dari jantung kebijakan perusahaan pelat merah! Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sedang dalam mode ngebut untuk merampungkan mega proyek konsolidasi sektor konstruksi. Mereka menargetkan merger BUMN karya tuntas total pada Desember 2025! Ini adalah langkah agresif yang akan melahirkan raksasa konstruksi baru di Indonesia, siap bersaing di level global.
Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, mengonfirmasi target ambisius ini dalam ANTARA Business Forum (ABF) di Jakarta, Rabu. “Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN karya, mudah-mudahan Desember ini selesai,” kata Aminuddin Ma’ruf. Pernyataan tersebut bukan hanya sekadar janji, melainkan sinyal dimulainya hitungan mundur menuju perombakan struktural terbesar di industri konstruksi milik negara.
Langkah konsolidasi BUMN karya ini krusial. Tujuannya sangat jelas: menciptakan entitas yang jauh lebih efisien dan memiliki daya saing yang tinggi. BP BUMN ingin memastikan perusahaan negara mampu beradaptasi dengan tantangan pasar modern dan menjadi pemain kunci, baik di kancah nasional maupun internasional. Ini adalah upaya keras untuk mengatasi tumpang tindih proyek, beban utang, dan inefisiensi operasional yang selama ini menghantui sektor ini.
Kekuatan Gabungan: BP BUMN & Danantara Jadi Mesin Percepatan
Untuk mewujudkan target Desember 2025 yang sangat ketat, BP BUMN menggandeng mitra strategis yang memiliki kemampuan investasi dan transformasi. BP BUMN bekerja sama dengan tim dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Danantara (BPI Danantara). Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan proses penggabungan berjalan mulus, terstruktur, dan akuntabel.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, sebelumnya sudah menekankan pentingnya sinergi ini. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan Danantara akan menjadi kunci utama untuk mendorong efektivitas dan efisiensi kinerja BUMN secara keseluruhan. “Kita ingin mempercepat transformasi BUMN, jadi diharapkan nanti kolaborasi antara BP BUMN dan Danantara mempercepat konsolidasi,” kata Dony Oskaria di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/10).
Menurutnya, transformasi yang sedang didorong ini adalah fondasi agar BUMN mampu menjadi perusahaan yang kompetitif. Dunia usaha terus berubah, dan BUMN harus memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi. Dengan menggabungkan kekuatan, BUMN karya diharapkan bisa fokus pada proyek-proyek strategis tanpa terbebani masalah internal yang kompleks.
Nasib PT Waskita Karya Tbk: Antara Klaster Baru dan Delisting Saham
Di tengah rencana megah ini, fokus utama tertuju pada salah satu pemain terbesar, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Perusahaan ini sudah lama menjadi sorotan karena masalah keuangan dan restrukturisasi utang. Isu penghapusan saham (delisting) Waskita Karya dari Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencuat seiring dengan wacana merger ini.
Aminuddin Ma’ruf tidak memberikan jawaban definitif, namun sinyal yang ia berikan sangat kuat mengarah pada perubahan besar. “Nanti tunggu aja, nanti kita buat kluster beberapa BUMN untuk yang BUMN karya,” ujarnya. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Waskita kemungkinan besar akan menjadi bagian dari skema klasterisasi yang jauh lebih besar dan kompleks.
Skema klasterisasi ini bisa berarti dua hal: pertama, Waskita akan dilebur bersama BUMN karya lainnya menjadi entitas yang lebih kuat. Kedua, aset dan liabilitas Waskita akan dipilah dan dimasukkan ke dalam klaster-klaster baru, yang mungkin saja menyisakan entitas yang tidak lagi layak go public. Keputusan BP BUMN ini jelas akan sangat memengaruhi para investor dan pemegang saham Waskita, sehingga pengumuman resminya akan menjadi momen penentuan.
Agenda Nasional: Menciptakan BUMN Kelas Dunia
Percepatan merger BUMN karya dan konsolidasi sektor ini merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda pembangunan ekonomi nasional menuju tahun 2026. Forum seperti ANTARA Business Forum 2025 (ABF 2025) yang diselenggarakan oleh Perum LKBN ANTARA di Jakarta menjadi saksi pembahasan strategi pertumbuhan ini.
Konsolidasi di sektor konstruksi ini diharapkan membawa dampak ganda: meningkatkan efisiensi internal dan memperkuat kemampuan BUMN untuk bersaing dalam tender proyek infrastruktur raksasa, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan modal yang lebih besar dan manajemen yang terpusat, BUMN karya hasil merger akan lebih mampu memitigasi risiko keuangan dan operasional proyek-proyek skala besar.
Dukungan dari BUMN strategis lain, seperti PLN, MIND ID, PT Antam Tbk, dan Bank BJB yang mensponsori ABF 2025, membuktikan bahwa seluruh ekosistem BUMN mendukung penuh langkah transformatif ini. Semua pihak menyadari, untuk menjadi pemain kelas dunia, BUMN Indonesia harus bersatu dan meninggalkan model bisnis lama yang terfragmentasi.
Seluruh mata kini tertuju pada BP BUMN. Deadline Desember 2025 kian mendekat. Investor, pasar modal, dan seluruh sektor konstruksi harus bersiap menghadapi pengumuman yang tidak hanya akan mengubah papan nama perusahaan, tetapi juga wajah industri konstruksi nasional. Apakah kita akan melihat kelahiran “Super Konstruksi BUMN” yang tangguh, atau justru restrukturisasi yang penuh gejolak? Kita tunggu keputusannya! (*)
Leave a comment