Riau, danantaranews.id – PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program konservasi di sepanjang Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai). Dalam kegiatan bertajuk “Menumbuhkan Harapan, Menghijaukan Jalur Gajah”, perusahaan pelat merah ini menggelar acara penanaman pohon di Nursery Rimba Satwa Foundation (RSF) Rangau Duri, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (4/11/2025).
Kolaborasi Multipihak untuk Jalur Gajah yang Lebih Aman
Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara Hutama Karya, Rimba Satwa Foundation (RSF), Pemerintah Daerah, masyarakat sekitar, dan komunitas konservasi. Acara dibuka oleh Kepala Seksi Bidang 2 Seksi Konservasi Wilayah 3 BBKSDA Riau, Zulmi Gusrul, S.Pi., serta dihadiri perwakilan pemerintah setempat. Agenda utamanya mencakup serah terima dan penanaman bibit pohon secara simbolis dari Hutama Karya kepada masyarakat Dusun Bahorok, Desa Pinggir, yang diikuti oleh 30 peserta.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, melainkan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian satwa liar. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk melindungi habitat gajah Sumatera yang wilayah jelajahnya melintasi area pembangunan jalan tol,” ujarnya.
Fokus pada Perlindungan Habitat Gajah Sumatera
Program konservasi ini merupakan tindak lanjut hasil kajian koridor Terowongan Gajah Balai Raja dan strategi konservasi RSF. Hasil kajian menunjukkan perlunya pemantauan intensif terhadap pergerakan dua gajah liar bernama Codet dan Getar, terutama di sekitar kawasan Balai Raja dan pagar tol. Langkah ini dilakukan untuk mendorong gajah menggunakan jalur bawah (underpass) secara konsisten dan mengurangi potensi insiden penyeberangan di jalur atas tol.
“Kami ingin memastikan gajah-gajah ini aman, tidak mengganggu arus lalu lintas, sekaligus tetap memiliki akses alami di habitatnya,” tambah Mardiansyah. Program ini juga menandai sinergi lintas sektor antara pemerintah, komunitas konservasi, dan dunia usaha dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Konservasi Terpadu: Dari Vegetasi hingga Pemantauan Satwa
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya melakukan serangkaian langkah konkret. Di antaranya adalah penanaman vegetasi pakan alami seperti rumput gajah, pisang, dan bambu, penyediaan salt lick (mineral garam), serta pemasangan camera trap untuk memantau aktivitas satwa. Selain itu, perusahaan juga menanam tanaman yang tidak disukai gajah seperti jeruk liar untuk mencegah hewan tersebut mendekati area tol.
Tak berhenti di situ, Hutama Karya juga menanam 1.000 bibit rumput odot, 200 bibit jeruk berduri, dan 20 bibit durian premium. Kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar jalan tol agar mereka ikut berperan aktif dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari program pemberdayaan tersebut.
Dukungan Pemerintah dan Penerapan Prinsip ESG
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 BBKSDA Riau, Zulmi Gusrul, menyambut baik langkah yang dilakukan Hutama Karya. “Kami berharap program ini berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Program ini juga menegaskan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) oleh Hutama Karya, khususnya pada pilar lingkungan dan sosial. Kegiatan konservasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13 dan 15, yakni Climate Action dan Life on Land. Kedua poin tersebut menekankan pentingnya aksi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Menjaga Keseimbangan antara Pembangunan dan Alam
Bagi Hutama Karya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan alam. Dengan kolaborasi bersama Rimba Satwa Foundation dan pemerintah daerah, perusahaan terus berupaya menciptakan sinergi antara kemajuan ekonomi dan konservasi ekosistem. Program “Menumbuhkan Harapan, Menghijaukan Jalur Gajah” menjadi bukti bahwa proyek besar seperti jalan tol pun bisa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Kami akan terus bersinergi membangun keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan melalui kolaborasi, kepedulian, dan aksi berkelanjutan,” tutup Mardiansyah. (*)
Leave a comment