Tangsel, danantaranews.id – Indoposco memperkuat komitmennya dalam mencetak jurnalis profesional dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-17. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas wartawan muda agar lebih siap menghadapi tantangan dunia media di era digital.
Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Indoposco, menyebut kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bentuk tanggung jawab moral industri media dalam memastikan kualitas dan kredibilitas insan pers tetap terjaga. Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya menguasai teknik menulis berita, tetapi juga harus memahami etika, literasi digital, serta penggunaan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI).
“Kami ingin memastikan bahwa kompetensi wartawan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Uji kompetensi menjadi alat ukur sekaligus ruang pembelajaran untuk menjaga marwah profesi jurnalis,” ujar perwakilan LUKW Indoposco dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Kegiatan UKW ini bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ) dan diikuti oleh para jurnalis muda dari berbagai media. Mereka diuji melalui serangkaian simulasi dan praktik jurnalistik, mulai dari menulis berita, melakukan wawancara, hingga memahami kode etik jurnalistik.
Dekan FISIP UMJ, Dr. Dyah Mutiarin, menilai bahwa UKW menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan disrupsi informasi di era digital. Wartawan masa kini, katanya, harus lebih kritis dalam memilah informasi dan mampu menjaga integritas di tengah derasnya arus konten di media sosial.
“Kami ingin menghasilkan jurnalis yang tidak hanya cakap menulis, tetapi juga memiliki kesadaran etik dan tanggung jawab sosial dalam menyebarkan informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMJ, Prof. Ma’mun Murod Al-Barbasy, menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun jurnalisme berkualitas. Menurutnya, kerja sama dengan Indoposco menjadi bentuk sinergi ideal antara dunia akademik dan industri media dalam menjaga profesionalisme wartawan di Indonesia.
“Uji kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah menjaga integritas dan kredibilitas profesi. Wartawan harus adaptif terhadap perubahan dan tetap berpegang pada prinsip kebenaran,” tegasnya.
Ke depan, Indoposco dan UMJ berkomitmen menjadikan program UKW sebagai kegiatan berkelanjutan. Tujuannya agar semakin banyak jurnalis muda yang terverifikasi kompeten dan memiliki daya saing tinggi di tengah perubahan lanskap media nasional. (*)
Leave a comment