Jakarta, danantaranews.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh rencana konsolidasi BUMN sektor logistik yang digagas oleh Danantara Indonesia, holding investasi milik negara. Konsolidasi ini jadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik nasional dan membentuk holding maritim yang terintegrasi.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengungkapkan bahwa Pelni siap all-out mendukung kebijakan pemerintah, termasuk wacana pembentukan holding BUMN sektor maritim. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arah transformasi Pelni yang kini mulai melirik sektor logistik sebagai salah satu pilar bisnis baru.
“Kami tentu mendukung program-program atau kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kalau dibentuk holding maritim, kami pasti support,” ujar Tri saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Pendapatan Logistik Masih Mini, tapi Potensial
Saat ini, kontribusi sektor logistik terhadap total pendapatan Pelni memang masih terbilang kecil. Tri menyebut angka kontribusinya hanya sekitar 0,2 persen, karena mayoritas bisnis Pelni masih berfokus pada layanan angkutan penumpang.
“Pelni itu memang fokusnya masih di angkutan penumpang. Tapi kami mulai merintis ke arah logistik,” jelasnya.
Pelni melihat potensi besar di sektor logistik, terutama jika integrasi holding maritim bisa terealisasi. Langkah ini bukan cuma soal bisnis, tapi juga menyangkut efisiensi dan ketahanan logistik nasional ke depan.
Danantara Siapkan Merger BUMN Logistik
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terhadap BUMN-BUMN di sektor logistik dan asuransi.
“Kami sudah melakukan fundamental business review. Tahap selanjutnya adalah konsolidasi bisnis melalui merger atau perampingan perusahaan BUMN,” ujar Dony dalam acara Executive Breakfast Meeting IKA Fikom Unpad di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Target besar Danantara adalah menyusutkan jumlah BUMN dari yang awalnya 888 perusahaan, menjadi kurang dari 200 perusahaan yang lebih efisien dan kompetitif. Konsolidasi ini diharapkan bisa menciptakan value creation dan meningkatkan daya saing global.
Menuju Sistem Logistik Nasional yang Terintegrasi
Bagi Pelni, keterlibatan dalam holding maritim akan membuka peluang pengembangan usaha lebih luas, terutama di bidang logistik laut yang kini makin dibutuhkan. Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki, Pelni dinilai mampu jadi salah satu pemain kunci dalam sistem logistik nasional ke depan.
Dukungan Pelni ini mempertegas bahwa sinergi antar-BUMN dan penguatan peran Danantara sebagai pengelola investasi negara menjadi momentum penting dalam menghadirkan sistem logistik Indonesia yang terintegrasi, efisien, dan siap bersaing di level global. (*)
Leave a comment