Oleh: Khairi Fuady
Indonesia South-South Foundation
Banyak yang overthinking mengenai tawaran Pak Prabowo untuk evakuasi 1000 warga Gaza ke Indonesia. Mulai dari potensi chaos di tingkat lokal, hingga pandangan bahwa ini hanya akan memuluskan niat jahat Benjamin Netanyahu untuk mengosongkan Gaza.
Padahal case semacam ini, bukan kali pertama untuk kita. Pada sekitar tahun 70an, Indonesia pernah memberikan suaka bagi warga Vietnam Selatan yang menyelamatkan diri dari Perang Vietnam. Mereka ditempatkan di kamp-kamp pengungsi mulai dari Pulau Galang di Batam, kamp di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Singkatnya, tawaran ini dimaksudkan untuk menghadirkan solusi kemanusiaan sementara (temporary humanitarian solution) dalam rangka menyelamatkan jiwa-jiwa pada kondisi yang ultra-emergency, amat sangat darurat.
Dalam konsep Human Security, sebuah konsep yang berkembang sejak Perang Dingin dan menjadi bagian penting dari Kebijakan Luar Negeri, perlindungan warga sipil (civilians) menjadi prioritas utama negara-negara dalam menyikapi konflik.
Alhasil, tawaran ini adalah bentuk dari komitmen nyata Indonesia dalam menghalau genosida dan langkah simbolik untuk memantik kesadaran negara lain untuk mau terus mencari upaya yang mungkin dilakukan dalam rangka melindungi warga Palestina.
Gaza tidak boleh kosong, namun warga Palestina juga harus ditolong dari upaya genosida dan pembersihan etnis (ethnic cleansing). Perjuangan membutuhkan warga Palestina yang terus hidup. From the river to the sea, Palestine will be free. (Khairi Fuady)
Leave a comment