Jakarta, Danantaranews.id – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah, sejumlah masjid ikonik di Indonesia yang telah dibangun dan direnovasi oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk siap digunakan untuk ibadah, termasuk salat tarawih berjamaah. Perusahaan konstruksi milik negara ini telah menyelesaikan proyek revitalisasi berbagai masjid bersejarah, seperti Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Baiturrahman Semarang, hingga Masjid Sheikh Zayed Solo.
Mengedepankan Kenyamanan dan Nilai Sejarah
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa perusahaan selalu mengutamakan kenyamanan jamaah dalam setiap proyek pembangunan dan renovasi masjid. Selain itu, nilai sejarah dan arsitektur asli tetap dijaga agar tidak menghilangkan identitas dari masing-masing bangunan ibadah ini.
“Kami tidak hanya membangun dan merenovasi masjid, tetapi juga mempertimbangkan aspek sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya. Dengan begitu, bangunan tetap kokoh dan nyaman digunakan tanpa menghilangkan keasliannya,” ujar Ermy dalam keterangannya, Jumat (28/2/2025).
Masjid Bersejarah yang Dibangun dan Direnovasi oleh Waskita Karya
- Masjid Baiturrahman Aceh
- Berdiri sejak 1612, masjid ini direnovasi sejak 2015 pasca-tsunami 2004.
- Kini memiliki 12 payung raksasa otomatis ala Masjid Nabawi, serta halaman luas yang mampu menampung hingga 24.405 jamaah.
- Masjid Istiqlal Jakarta
- Renovasi dimulai pada 2019 dan selesai Januari 2021.
- Penataan landscape baru memungkinkan halaman masjid digunakan untuk aktivitas UMKM dan pusat kuliner halal.
- Masjid Baiturrahman Semarang
- Awalnya dikenal sebagai Masjid Candi Semarang yang dibangun tahun 1955.
- Kini dilengkapi dengan sistem Building Automation System (BAS) untuk pengelolaan tata udara, pencahayaan, serta sistem kontrol bangunan yang modern.
- Masjid Sheikh Zayed Solo
- Dibangun sebagai hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia.
- Didesain menyerupai Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, dengan tambahan ukiran batik kawung khas Solo pada karpetnya.
- Mampu menampung hingga 10.000 jamaah, menjadi ikon baru Jawa Tengah.
Inovasi Ramah Lingkungan dan Konsep Smart Building
Waskita Karya juga menerapkan konsep green building dan smart building dalam proyek masjidnya. Teknologi seperti sistem tata udara otomatis, pencahayaan hemat energi, dan desain lanskap yang ramah lingkungan diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Masjid yang kami bangun bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan wisata religi. Dengan inovasi ini, kami berharap masyarakat bisa beribadah lebih nyaman, terutama selama bulan Ramadhan,” tambah Ermy.
Keempat masjid ini kini telah menjadi simbol penting bagi umat Islam di daerahnya masing-masing dan siap menyambut jamaah untuk berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadhan. (*)
Leave a comment