Home Uncategorized Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Kebijakan Tarif Trump terhadap Ekonomi Global
Uncategorized

Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Kebijakan Tarif Trump terhadap Ekonomi Global

Share
Share

Tekanan Baru bagi Rupiah: Kebijakan Tarif Trump Memicu Sentimen Negatif

Jakarta, Danantaranews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi kembali melemah seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global, memperkuat dolar AS, dan mengurangi minat terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg per Kamis (27/2) pukul 09.15 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.412 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,19% dibandingkan posisi Rabu sore (26/2) di Rp16.380 per dolar AS. Tren pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang berkembang di pasar keuangan internasional akibat ketidakpastian ekonomi global yang semakin tinggi.

Dampak Kebijakan Tarif Trump terhadap Ekonomi Global

Kebijakan tarif impor yang lebih tinggi di Amerika Serikat berpotensi memperlambat pertumbuhan perdagangan internasional. Ariston Tjendra, pengamat pasar keuangan, menjelaskan bahwa kenaikan tarif impor oleh AS dapat mengurangi volume perdagangan global, memicu tekanan inflasi, dan mendorong bank sentral untuk menahan kebijakan moneter ketat lebih lama.

“Secara keseluruhan, pasar memandang negatif kebijakan tarif Trump ini karena dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global,” ujar Ariston dalam keterangannya pada Kamis pagi.

Indeks dolar AS yang menjadi acuan kekuatan mata uang ini mengalami kenaikan dari 106,27 menjadi 106,56, menunjukkan bahwa investor lebih memilih aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Selain itu, data ekonomi AS yang dirilis semalam juga menunjukkan pelemahan sektor perumahan. Data izin mendirikan bangunan turun dari 1,482 juta menjadi 1,473 juta, sementara penjualan rumah baru anjlok 10,5%. “Tingginya suku bunga kredit membuat permintaan kredit rumah menurun,” tambah Ariston. Kondisi ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan kebijakan suku bunga lebih lama, yang berarti dolar AS tetap kuat dan rupiah tertekan.

Prospek Rupiah: Tren Pelemahan Masih Berlanjut?

Dengan semakin kuatnya dolar AS dan minimnya katalis positif bagi rupiah, tekanan terhadap mata uang Indonesia diperkirakan masih akan berlanjut. Ariston memperkirakan rupiah dapat bergerak di kisaran Rp16.400-Rp16.430 per dolar AS dalam jangka pendek, dengan level support di Rp16.300 per dolar AS.

Faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan adalah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed). Jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akibat tekanan inflasi dan kebijakan tarif Trump, maka pelemahan rupiah kemungkinan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Investor dan pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan kebijakan ekonomi global, terutama dari AS, serta langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global ini. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Model Taktis JNE: Sukses Angkut 500 Ton Donasi Gratis Ongkir, Menjadi Tulang Punggung Bantuan Bencana Sumatera

Transformasi Logistik Menjadi Aksi Kemanusiaan: JNE Buktikan Kapasitas Distribusi Nasional Jakarta, danantaranews.id – Respons cepat dan terstruktur ditunjukkan oleh perusahaan logistik terdepan, JNE, dalam...

DPR RI Kirim 15 Ton Logistik ke Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Dampingi Pengiriman

Jakarta, danantaranews.id — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian....

Related Articles

RUPSLB Telkom 2025: Struktur Kepemimpinan Diperkuat untuk Akselerasi Transformasi Digital

Jakarta, danantaranews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan langkah strategisnya dalam...

Akselerasi Pembangunan Rumah Subsidi, Badan Bank Tanah Gelar Site Expose

Jakarta, Danantaranews.id –Pemerintah terus berupaya mewujudkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah...

PT Karabha Digdaya Diminta Optimalkan Peluang Bisnis, Dirjen KN Tekankan Tata Kelola yang Baik

Jakarta, Danantaranews.id – Perubahan kepemimpinan di tubuh PT Karabha Digdaya menjadi momentum...

Pelestarian Budaya & Ekonomi Berkelanjutan: PLN EPI Gelar Pelatihan Batik Ecoprint

Yogyakarta, Danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berkomitmen...