Home BUMN Kita PLN EPI Gaspol Bangun Fasilitas LNG di NTB, Warga Ikut Kawal Dampaknya
BUMN Kita

PLN EPI Gaspol Bangun Fasilitas LNG di NTB, Warga Ikut Kawal Dampaknya

Share
PLN EPI mematangkan proyek fasilitas LNG di Mataram melalui konsultasi publik AMDAL untuk memperkuat energi bersih dan ketahanan listrik NTB.
PLN EPI mematangkan proyek fasilitas LNG di Mataram melalui konsultasi publik AMDAL untuk memperkuat energi bersih dan ketahanan listrik NTB.
Share

Mataram, danantaranews.id – PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai mematangkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini masuk tahap penting setelah PLN EPI menggelar konsultasi publik untuk penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Konsultasi tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Mataram, pada 4 Agustus 2026. Forum ini menjadi ruang bagi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk membahas rencana pembangunan sejak tahap awal.

Warga Ikut Soroti Dampak Proyek

Sebanyak 65 warga di sekitar lokasi rencana pembangunan hadir dalam konsultasi publik tersebut. Mereka bergabung bersama Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, instansi teknis, aparat keamanan, tokoh masyarakat, perwakilan nelayan, serta pelaku UMKM.

Asisten I Pemerintah Kota Mataram H. Lalu Martawang mengatakan pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dapat mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan andal. Namun, ia menilai proses persiapan harus berjalan terbuka dengan melibatkan masyarakat.

Menurut Lalu, konsultasi publik memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan harapan sekaligus kekhawatiran. Masukan tersebut kemudian menjadi bahan untuk memastikan aspek sosial dan lingkungan masuk dalam penyusunan AMDAL.

Lurah Tanjung Karang Permai Nani Nurkomala juga menilai forum tersebut penting sebagai ruang dialog antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Ia memastikan berbagai saran dan aspirasi warga tercatat secara resmi sebagai bagian dari proses penyusunan AMDAL.

PLN EPI Kejar Energi Lebih Bersih

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG menjadi bagian dari strategi perusahaan mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar minyak (BBM). PLN EPI mendorong pemanfaatan LNG karena memiliki karakteristik lebih bersih, efisien, dan ekonomis.

Pengembangan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keandalan pasokan energi di wilayah Nusa Tenggara. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menekan biaya penyediaan tenaga listrik dan mempercepat transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan.

“Pembangunan fasilitas regasifikasi LNG merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam menghadirkan pasokan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan,” ujar Mamit.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis dan infrastruktur. Kepercayaan serta dukungan masyarakat sekitar juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pembangunan.

Masukan Nelayan Jadi Perhatian

Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan sejumlah masukan terkait rencana pembangunan fasilitas LNG. Isu yang muncul antara lain perlindungan mata pencaharian nelayan, keberlanjutan usaha warga, prioritas tenaga kerja lokal, serta pengelolaan kawasan pesisir.

Warga juga menyoroti pengelolaan drainase dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. PLN EPI menerima seluruh masukan tersebut sebagai bahan penyempurnaan dokumen AMDAL sekaligus pertimbangan dalam merancang pelaksanaan proyek.

Secara umum, masyarakat mendukung rencana pembangunan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG. Namun, dukungan itu berjalan bersama harapan agar proyek tetap memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar lokasi.

PLN EPI Bawa Prinsip ESG

PLN EPI menegaskan pembangunan fasilitas LNG di Mataram tidak hanya mengejar keandalan pasokan listrik. Perusahaan juga membawa prinsip Good Environmental Governance, Environmental, Social, and Governance (ESG), serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Dengan komunikasi yang terbuka, PLN EPI ingin memastikan aspirasi warga masuk dalam proses pengembangan proyek.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan infrastruktur energi di NTB yang menggabungkan kebutuhan pasokan dengan perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat. PLN EPI berharap fasilitas tersebut nantinya dapat mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi, Laba Bersih PGE Melonjak 15,48 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Emiten energi terbarukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 79,6 juta dolar AS pada semester I...

Data Warga Bocor Lagi? Ini Penjelasan Resmi BSSN

JAKARTA, danantaranews.id – Isu kebocoran data pribadi kembali menyita perhatian publik di ruang digital. Namun, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan cepat...

Related Articles

Lindungi Aset Negara Rp29,19 Triliun, Asuransi Jasindo Amankan 20 Ribu Lebih Barang Milik Negara

JAKARTA, danantaranews.id – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo memperkokoh...

Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, 12 Penerbangan Delay di Bandara SSK II

PEKANBARU, danantaranews.id – Cuaca buruk berupa kabut tebal menyelimuti wilayah Pekanbaru, Provinsi...

Pelindo Marine Sukses Amankan Logistik MotoGP Mandalika 2026!

LOMBOK, danantaranews.id – Kesuksesan ajang balap motor dunia MotoGP Mandalika 2026 di...

Bandara Soetta Pastikan Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Aman Pasca-Insiden Riyadh

TANGERANG, danantaranews.id – Kabar mengenai meningkatnya ketegangan keamanan di Riyadh, Arab Saudi, sempat...