Home Ekonomi Kurs Rupiah Menguat Tipis Usai Moody’s Turunkan Peringkat Utang AS
Ekonomi

Kurs Rupiah Menguat Tipis Usai Moody’s Turunkan Peringkat Utang AS

Share
Ancaman Tarif Trump Bikin Dolar Tertekan, Rupiah Rebound Tipis
Ilustrasi Rupiah (Istimewa)
Share

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.433, Sentimen Moody’s dan Hilirisasi Jadi Pendorong

Jakarta, danantaranews.id – Kurs rupiah berhasil menguat tipis terhadap dolar AS di awal pekan ini, Senin (19/5/2025), menyusul langkah lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang menurunkan peringkat surat utang Pemerintah Amerika Serikat. Penguatan ini juga ditopang oleh sentimen positif dari kinerja industri China dan optimisme investor terhadap program hilirisasi Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 11 poin atau 0,07% di level Rp16.433 per dolar AS pada pukul 15.00 WIB. Sebagai perbandingan, kurs rupiah pada penutupan akhir pekan lalu (16/5) berada di posisi Rp16.444 per dolar AS.


Penurunan Peringkat AS Melemahkan Dolar

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s menjadi faktor kunci yang menekan dolar AS. Hal ini turut memberikan ruang bagi rupiah untuk sedikit menguat.

“Penurunan peringkat obligasi AS dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran atas utang pemerintah yang melonjak dan kurangnya kebijakan konkret untuk mengendalikannya,” jelas Ibrahim dalam pernyataan tertulis, Senin sore (19/5/2025).

Keputusan Moody’s ini memperkuat kekhawatiran global terhadap stabilitas fiskal Negeri Paman Sam, yang pada akhirnya memicu aksi jual dolar oleh investor internasional.


Data Ekonomi China Ikut Dilirik Pasar

Selain sentimen dari AS, data produksi industri China yang tumbuh lebih baik dari ekspektasi pada April 2025 juga memberikan angin segar bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, Ibrahim menambahkan bahwa sebagian besar indikator ekonomi China lainnya masih menunjukkan pelemahan.

“Pemulihan ekonomi China belum sepenuhnya solid, tetapi data positif dari sektor industri cukup membantu mengangkat semangat pelaku pasar,” kata Ibrahim.


Hilirisasi Bikin Investor Optimis, Dorong Rupiah

Dari dalam negeri, salah satu sentimen yang mendorong penguatan rupiah adalah keberhasilan program hilirisasi pemerintah yang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian.

Pada kuartal I 2025, realisasi investasi dari hilirisasi mencapai Rp136,3 triliun, atau setara 29,3% dari total investasi yang sebesar Rp465,2 triliun. Ini merupakan kontribusi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan kuartal I 2024, investasi di sektor hilirisasi melonjak 79,8%, dari Rp75,8 triliun menjadi Rp136,3 triliun.

“Pemerintah terus menerima tawaran investasi di sektor hilirisasi dari berbagai investor global. Ini menjadi sinyal positif bahwa program tersebut semakin dipercaya,” ujar Ibrahim.


Outlook: Ruang Penguatan Terbatas, Tetap Waspada

Meski rupiah menguat hari ini, ruang penguatannya masih terbatas. Beberapa tantangan global seperti ketidakpastian suku bunga AS dan potensi perlambatan ekonomi global bisa kembali membebani rupiah dalam waktu dekat.

Analis dari Bank Danamon, Veronica Hartati, mengatakan, “Rupiah masih akan cenderung volatile dalam beberapa pekan ke depan, tergantung pada rilis data ekonomi AS dan arah kebijakan moneter The Fed.”


Kesimpulan: Sentimen Global dan Domestik Dorong Rupiah

Kurs rupiah menguat tipis pada awal pekan ini, ditopang oleh kombinasi sentimen negatif dari turunnya peringkat utang AS dan positifnya data industri China serta capaian investasi hilirisasi di Indonesia.

Meski penguatan masih terbatas, ini menunjukkan bahwa pasar tetap sensitif terhadap perkembangan global dan respons kebijakan domestik yang dinilai cukup pro-investasi.


Sumber Data:

  • Bloomberg
  • Kementerian Investasi/BKPM
  • Moody’s Investor Service
  • Pernyataan resmi Ibrahim Assuaibi
  • Bank Danamon Insight

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Danantara Tak Setor Dividen ke APBN 2026 dan 2027, Menkeu Suahasil Buka Suara

JAKARTA, danantaranews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tidak akan menyetorkan dividen ke Anggaran Pendapatan dan...

Realme P4s Lite:HP Rp3 Jutaan dengan Baterai 7.000 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Realme kembali memperluas lini smartphone entry-level melalui Realme P4s Lite. Ponsel terbaru dari keluarga P4 series ini menawarkan sejumlah fitur...

Related Articles

Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM, BPJPH Siapkan 1,35 Juta Kuota Jelang 18 Oktober

JAKARTA, danantaranews.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkesempatan memperoleh...

Operasional Koperasi Desa Merah Putih Dimulai 15 Oktober, Ini Layanan dan Fasilitas Lengkapnya

SUKOHARJO, danantaranews.id – Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Said Iqbal Minta UMR 2027 Naik Hingga 9,5 Persen, Bongkar Mitos Upah Buat Pabrik Bangkrut!

JAKARTA, danantaranews.id – Diskusi mengenai arah pengupahan nasional kembali memanas menjelang penetapan...

PLN Rugi Rp3,92 Triliun, Formula TOP Disorot! Pemerintah Prabowo Diminta Bergerak

Beban usaha PLN tumbuh lebih cepat daripada pendapatan pada semester I 2026....